Puisi Perpisahan

Hidup senantiasa berlari
Melewati detik, menit, jam, dan hari
Meninggalkan berjuta pahit manis kenangan
menenggelamkan dalam suka duka kehidupan...


yakinlah...
bahwa... semua itu akan berakhir pada suatu titik
yaitu "mati"...


hari ini,
disini...
kita akan berpisah sementara
maka air mata janganlah dijadikan angka yang dikalikan dengan kesedihan...

meski tak kini...
esok mungkin kan terjadi...
kan kita sadari
perpisahan ini sudah selayaknya terjadi
hingga tiba satu hari nanti
kita kan dipertemukan kembali
dalam keadaan yang lebih berarti,...


lihatlah...
cakrawala di luar masih sedemikian luasnya
menawarkan berjuta keindahan
dan juga kesesatan...


dan...
jalan panjang di depan
turut menanti tuk kita susuri
sembari kita gelar pikir dan zikir
menuju muara pengharapan...


ingatlah...
ketika kita pernah sama-sama mengeja zaman
mendikte waktu untuk beragam ilmu pengetahuan


kadang gelap,
memaksa kita terus berharap
kadang terang,
namun waktu tetap saja gamang


bungkus semua kesombongan dalam kafan
lalu kubur dalam-dalam...


waktu terus berlari
terus saja berlari
sayang bila yang tlah kita lakukan hanya jadi ilusi


teruslah berjuang....
jangan artikan
perpisahan ini
sebuah kematian...

2 responses to “Puisi Perpisahan

  1. MEGENG

    siiiiiiiiiiiiiiip (perpisahan bukanlah kematian)

  2. berpisah bukan berarti kita hidup keta berakhir. yay!

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers