Arungi jalan berbatu, membelah debu..
Kala tiba hujan,
Tetap kupaksa kau berjalan
dan kita berdua mandi di jalanan...
Sekian tahun berlalu, sejak pertama kali aku duduk di bangku SD kelas satu,
Sejuta liku dan derita, telah kita taklukkan bersama...
Sepedaku yang pendiam,
tak pernah mengeluh meski capai menempuh perjalanan jauh,
tak pernah mengaduh ketika kami sama-sama terjerembab jatuh.
Kurenungi dalam senja-senja,
telah kugapai cita,
itu berkah perjuangan kita..
Kau pelangi dalam lukisan panoramaku...
Di senja-senja ini,
Lonceng nyaringmu tetap mampu menonjok telingaku,
Seakan berseru, "Sobat, Mari kita menambang ilmu...!"

-----------------------------------------------------
Puisi ini saya dedikasikan untuk buku dakwah
yang telah merequest di postingan saya sebelumnya.



keren blognya eung...
se tema dgn akuh, cuka coklat2 gitoooHHHH
sesuatu bgt yah :D
jadi terharu.....
poem for us?keren-keren
berapa lama bikin puisinya gan?
2 bait yang kusuka
"tak pernah mengeluh meski capai menempuh perjalanan jauh
tak pernah mengaduh ketika kami sama-sama terjatuh"
what a great word!
@Beben Koben,
Terima Kasih, iya.. warna ini enak aja rasanya dipandang mata ^.^
@Buku Dakwah,
Bikinnya lupa brp lama pastinya kk. Yg jelas,, Puisi ini saya bikin abis bikin postingan sebelum ini. Selisih waktu "publish" 2 post ini saya check sekitar 1 jam. Jd, kira2 lama bikinnya 1 jam'an kk.. O.o
Meski tak sama menafsirkan puisi sobat karena perbedaan aspek yang pasti untaian kata-kata sobat sangat berisi !
saya suka gambar sepedanya :) hehe
Kreatif ya, bagus juga keryanya bro semoga lebih sukses menggapai citamu kawan tetap tidak lupa dengan sepedanya tentunya :D
@Prapatan Kertek,
terima kasih, om ^^
@Beby,
Dua gambar itu nyomot orang punya. yg pertama kan ada tanda dr orang yg punya. yg kedua lupa sumbernya :malu
@Choki,
terima kasih yaaa.. Amin.. Amin...
bagus banget puisinya, dan keren hasil jepretannya... :)
suka dua bait pertama, mestinya gasah diterusin biar misterius :p