Hohohohahahahaahuhuhuhuhihihihihahahahahahahaha.......
Dibalik bahagia besar, tersembunyi siksa kecil yang tak terasa.
mungkin itu simpulanku dari tabiat para pria-wanita penghirup kopi di sekitarku beberapa hari terakhir ini....
mereka berusaha mengiris-iris kulitku, mengelus-elus lukaku, lalu mengobatinya dengan olesan garam. (biar tinggal digoreng, sedeeep...). mungkin, darah mereka terlalu asin untuk dihirup sendiri.. (ngomongin apaan sih? bingung...)
aku bahagia sekali karena akhirnya aku berhasil mendapatkan apa yang kuharapkan. aku pikir, aku mendapatkan keberhasilan kali ini karena Tuhan tahu aku tak akan kuat ngerasain pahitnya kopi kegagalan untuk kedua kalinya - gagal akan hal yang sama, beu! bayangin doang aja gabisa :-D. getirnya kopi kegagalan yang kuhirup tahun lalu, masih terasa hingga kemarin... ketika bahagia ini datang, sejenak aku lupa pada rasa getir dan pahitnya kopi yang tersaji bersama sarapan pagi.
kepikunanku sempat naik stadium. bener-bener kehilangan konsentrasi. sesuatu yang semestinya berjalan otomatis, tiba-tiba kacau. pernah sekali; aku ke kamar mandi untuk ngambil air wudhu; sudah otomatis rasanya abis wudhu biasanya aku solat (-atau melakukan ritual lainnya), eh, kali ini beda... tiba-tiba aku ngeloyor ntah kemana; dan baru bingung -kehilangan tujuan pas di tengah jalan. Stupid or mad?


Besok kita jadi temen sekelas loh :)
@MoJanG, eh,, iya... sesuatu ya, hehe. sampai jumpa disana neng Nanad... ^_^