Naif

Aku memang selalu naif*. Ntah, kelemahanku ini juga disebutin di hasil tes otak kemarin dulu itu. Beuh! Udah bawaan ternyata.

Kenaifan terakhirku adalah seharusnya aku bilang "iya" untuk "***** model dewa" itu. Dalam hati kecilku, aku katakan "iya", tapi mulutku bilang "tidak". Zzzz... Aku sangat ragu kemarin itu. Aku tak berani katakan "iya". Aku dulu sangat mengenalnya. Sangat menguasai medan. Sangat dekat. Tapi kini tidak sedemikian.

Yah... Hidup dipenuhi jalan pilihan. Sekali memilih, kita harus siap pada konsekuensi pilihan kita. Tak perlu ada sesal karena telah gagal menimbang pilihan dibawah tekanan dan kejaran waktu.


*Naif: Bodoh, Lugu, Celaka (KBBI)

2 responses to “Naif

  1. Setuju gan..Bagus banget tulisannya..Terus menulis menebar kebaikan.. Follow balik ya..Salam

  2. Apaan.. Bagus dari Denpasar? #XFactorID

    *lagi sensi.. hahaha

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers