Aku memang selalu naif*. Ntah, kelemahanku ini juga disebutin di hasil tes otak kemarin dulu itu. Beuh! Udah bawaan ternyata.
Kenaifan terakhirku adalah seharusnya aku bilang "iya" untuk "***** model dewa" itu. Dalam hati kecilku, aku katakan "iya", tapi mulutku bilang "tidak". Zzzz... Aku sangat ragu kemarin itu. Aku tak berani katakan "iya". Aku dulu sangat mengenalnya. Sangat menguasai medan. Sangat dekat. Tapi kini tidak sedemikian.
Yah... Hidup dipenuhi jalan pilihan. Sekali memilih, kita harus siap pada konsekuensi pilihan kita. Tak perlu ada sesal karena telah gagal menimbang pilihan dibawah tekanan dan kejaran waktu.
*Naif: Bodoh, Lugu, Celaka (KBBI)


Setuju gan..Bagus banget tulisannya..Terus menulis menebar kebaikan.. Follow balik ya..Salam
Apaan.. Bagus dari Denpasar? #XFactorID
*lagi sensi.. hahaha