Jam 23:23 WIB! Tidurku yang lelap (malam ini) harus mendapat iklan...
Hampir genap 10 bulan aku tinggal di Kos ini, dan... baru kali ini aku mendengar orang berantem tengah malem. Hatiku berdesir nyeri, ngilu, dan tak nyaman sendiri mendengarnya. Aku yang sedang lelap, bisa dibangunkan oleh aura emosi yang kuat. *OMG*
Sebenernya ini masih tak seberapa dibanding apa yang sering aku jumpai di tempat yang aku tinggali sebelumnya. Di tempat dimana sudah menjadi budaya setempat - orang2 terbiasa bicara keras dan kasar. Sehingga lima tahun disana, jelas lebih dari cukup untuk membuatku terbiasa dengan dialek yang susah dibedakan mana yg ngobrol biasa dan mana yang berantem itu.
Tapi itu hanya cerita yang telah berakhir 10 bulan yang lalu. Dan, dalam 10 bulan terakhir yang aku jalani di sini, ternyata aku telah lupa. Aku terlena kesunyian malam yang selama ini ditawarkan tempat ini. Masa lima tahun yang kujalani dulu, seperti tak berbekas.
Satu hal yang pasti; Aku sangat benci pertengkaran. Selembut apapun bentakan, tetap saja bentakan. Aku tidak suka. Hatiku benar-benar ngilu... Jangankan bentakan, sindiran (menohok) pun sudah cukup untuk membuat kupingku panas dan mukaku memerah. Itu mengapa, dalam posisi sadar, aku lebih suka menyingkir dari perselisihan, perdebatan, pertengkaran, dan sejenisnya. Bukannya takut ngadepin; hanya rasanya tidak bijak dan sia-sia saja. Sakit sekali rasanya ketika menyadari ada seseorang yang membenci/memusuhi aku...
Bukan berarti aku tak pernah marah. Bukan berarti aku belum pernah berantem...
Waktu masih SD, nyaris tak ada hari tanpa berantem. Tapi mulai SMP, udah mulai sadar dan bertobat. Hanya sesekali aku berantem, ketika aku tak sanggup lagi mengontrol emosiku sendiri. Aku juga manusia, yang kadang-kadang bisa tak terkontrol, ntah setan kuat mana yang mempengaruhi. Pernah satu waktu, aku marah sekali, dan rasanya tiba-tiba lupa apa saja kecuali keinginan kuat untuk menyakiti orang yg membangkitkan amarahku.
Sebenarnya, aku tipe orang yang mudah marah. Udah bawaan dari sononya kaya begitu. Tapi untungnya, mudah ilang juga rasa marahnya. Jadinya, kalo marah mending dipendem dulu aja bentar. Kalo kepala udah dingin, marahnya ilang sendiri.. :)
Tapi, kalo dipikir-pikir, sebenernya berantem2 kecil itu perlu dalam kehidupan. Biar hidup ngga hambar. Biar hidup ngga datar-datar saja.... ntah lah.

