Aku merasa, ini sudah saatnya aku bertaubat dari ke-player-anku sejauh ini. Ya, aku mengidap semacam kelainan (jiwa) bawaan orok yang beberapa orang menyebutnya dengan player (bukan gamer looh, beda!). Jadi, karakter player itu cm tertarik untuk ngedeketin lawan jenis. Tertarik dan menikmati masa2 kenalan dan ngejar2. Kalo udah deket, bosen, hilang ketertarikan. Bahasa anak sekarang sih PDKT; Pertama Deketin Kemudian Tinggalin. Itu aku banget... Jahat ya.. Dan dibalik kejahatan ini, aku lebih sering merasa kesepian... Yah, Tapi, aku tetep berani jujur lah kalo disini.. karena cm disini aku berani. Cihhh!
Adalah Emily yang membuatku berniat ingin tobat. Awalnya, sikap dia yang sangat beku sangat menyiksa hatiku. Membuatku ambruk dalam galau. Tapi, lama-lama aku menikmatinya. Sensasinya berbeda. Baru ini aku kenal yang sebeku ini. Lebih beku dari es. Sungguh... Emily sangat sulit dicairkan. Dia hanya akan mencair ketika dia menginginkannya.
"Asal kamu tahu; Aku sudah hampir menyerah.Nyaris. Aku benar-benar dibuat putus asa."
Tapi, aku melihat sesuatu dari dia yang menurutku layak untuk diperjuangkan. Sesuatu yang jarang dimiliki orang.
Dalam kebekuannya, dia sangat sulit dibuat marah.
Dalam kebekuannya, dia sangat menjaga martabatnya.
Dalam kebekuannya, dia sangat dewasa, bijak dan berwibawa.
Satu hal lagi. Ke-identik-an visi hidup kami, adalah hal utama yang paling kupertimbangkan.
She just a simple girl, with a special kind of life. Unsure of marrying her, but I'll effort this.

