Entah itu ide siapa. Aku shocked dan kecewa ketika melihatnya. Mungkin mereka berpikir itu hanya sebuah lelucon di tengah hal² membosankan. Tapi bagiku rasanya lain. Sepertinya aku telah salah memainkan peran sebagai diriku sendiri. Aku membiarkan orang lain, terutama segelintir teman²ku, memandangku dr sisi yang tidak aku inginkan.

Aku tidak begitu menyukai ini. Tegasnya, aku tidak suka. Ya, Aku sungguh benci ini.

Sayangnya, aku berada di posisi minor. Mau belagak apapun, tidak akan ada gunanya. Ini adalah satu diantara bbrp saat dimana benar: aku merasa tidak cukup betah berada disini.

Ah, tapi, masak iya,, cuma gara² sesuap kue, aku harus melupakan potongan kue lain yg lebih besar. Tidak, tidak. Tentu saja aku akan bersabar sedikit lagi. Ini mudah. Toh, suasana ini akan segera usang. Episodenya akan ditamatkan dalam sejengkal masa lagi. Tak akan begitu terasa.

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers