Bismillah walhamdulillah,
Tumben-tumbenan ini, baca Qur'an bisa bikin ati ngerasa tenterem benerrrrrrr....
Terima kasih ya Allah,
Terima kasih ya Allah,
Aku mulai diberi kesempatan lagi untuk bisa menikmati tadarus alQuran. Sekalipun aku tak tahu, atau belum tahu,, apa sebenernya maksud ayat2 yang aku baca.
Aku sudah kehilangan kenikmatan ini selama tujuh tahun terakhir. Bahkan, selama ini, aktifitas membaca alQuran kurasakan sebagai hal yang membosankan. Target mengkhatamkan alQuran pun beberapa kali kurevisi sendiri. Hingga akhirnya, dalam 7 tahun ini, (Diluar dari tilawah jama'i), aku benar-benar gagal khatam. Aku tak yakin, mungkin sekali dua kali pernah, tapi aku sudah lupa, sepertinya memang sudah tak pernah lagi. Sudah sejak sangat lama, terakhir yang masih kuingat adalah waktu libur lulusan SMA...
Aku malu sekali kalo inget Almarhum Mbah Kyai Syahro, Guruku yang sangat kuhormati. Semasa SMA dulu, beliau lah yang memotivasiku untuk rajin tadarussan, sehingga bukan sesuatu yang mustahal untuk bisa khatam sekali dalam sebulan, bahkan lebih cepat dari itu. Maksimal 3 bulan lah untuk sekali khatam...
Tujuh tahun yang lalu,, aku, Agus yang masih berusia belasan tahun, mulai merantau ke tanah orang. Dan ternyata, aku belum siap untuk lepas dari pengawasan orang tua / wali. Ini point terpenting dari simpulanku malam ini. Aku merasa perlu mencatatnya, semoga aku masih ingat ini satu hari nanti "kalo2" dikaruniai anak dan anakku beranjak gede. Aku harus mempertimbangkan ini. Aku tak ingin anakku mengalami siklus jatuh-terjerembab seperti aku. Rencananya, aku harus bisa memastikan, jika anakku kelak harus merantau sebelum matang secara mental, dia harus mendapat wali yang baik, berada di lingkungan yang baik, dan semoga segalanya juga baik.
Memang, apapun yang ditakdirkan kepada kita pasti ada hikmahnya. Selalu ada yang bisa dipelajari dari setiap kejadian baik maupun buruk. Bahkan, hal buruk pun bisa menjadi pelajaran yang penting bagi kesempurnaan hidup di masa depan; kehidupan sesuai dambaan masing-masing. Meski kesempurnaan hidup manusia itu mustahil, tapi, orang tua mana yang tak ingin punya anak seperti Imam Syafi'i? Yang sedari kecil orang tuanya berhasil melindunginya dari lingkungan dan pengaruh kurang baik hingga dia siap...
Ya Allah. Di Pertengahan malam ini, Aku sungguh2 berdoa kepada-Mu; memohon kepadaMu, semoga kiranya Engkau bersedia meng-istiqamahkan hatiku. Dekatkan lah aku pada alQur'an. Jodohkanlah aku dengan wanita yang mencintai alQur'an... Amin, Amin, Ya Rabbal 'alamin.

