Finger Print

Hari ini, aku iseng2 buang2 duit buat tes kecerdasan, pake sidik jari. Maklum udik. Dari jaman kecil belom pernah nyobain T_T. Alhamdulillah, Hasil tes ini juga menjawab banyak sekali pertanyaanku yang selama ini seperti mengambang tak kutemukan jawab. Pertanyaan seperti:

  • Apa Kelebihanku?
  • Apa Kelemahanku?
  • Mengapa aku suka malas?
  • Mengapa aku kesulitan belajar banyak hal?
  • Bagaimana meningkatkan mood?
  • Bagaimana metode belajar yang cocok untukku?
  • Mengapa di banyak kesempatan, aku nyaris selalu tak bisa menjadi nomor satu?
  • Pekerjaan apa yang sebaiknya aku tekuni?
  • Mengapa saat berteman, ada yang cocok dan kurang cocok?
  • Pasangan hidup seperti apa yang sebaiknya aku cari?
  • Orang seperti apa yang sebaiknya aku hindari?
  • Siapa tokoh yang semestinya kujadikan rujukan?
  • Apa sih sebenarnya yang aku cari dalam hidup?
  • dan sebagainya.

Terkesan seperti tes yang WOW, bukan? Sesungguhnya memang krg lebih begitu.. ^_^
Meski sebagian jawaban yg diberikan itu ngga "gamblang2" banget, tapi secara umum aku cukup puas. Biaya tes-nya memang relatif mahal, tapi tak apa jika mengingat bahwa membayar = menghargai kreatifitas penemunya. Sebenernya sih, kita sendiri lah yg paling tahu tentang kita. Dengan membaca teori dari asal muasal tes ini saja, Aku yakin deh kita (kemungkinan besar) bisa tahu dengan mudah, kita masuk kelompok kecerdasan yang mana. Jadi, ikutan tes setelah baca teorinya itu ya semacam sekedar menghapus keraguan pada prediksi kita. Karena melihat adalah percaya!

Sekadar #Komenku pada STIFIn

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers