Sejatinya, konflik-konflik yang kualami tak kalah berat dengan dengan kisah-kisah sedih yang di novel2 atau film2. Hanya saja, aku tak mampu mengubahnya menjadi cerita menarik yang bakal diminati orang. Aku hanya tahu satu kalimat yang cukup memotivasi untuk tetap survive mengarungi konflik-konflik ini; Yaitu: bahwa manusia diberi cobaan sesuai dengan kemampuannya.
Kosakata seperti: stroke, padudon, maksiyat, rokok, iri, musuh, miskin, dan ketidakmampuanku untuk bla bla blaa..... rasanya tak mau pergi dari otakku.
Aku berada diambang frustasi.... Sampai malam ini, seorang teman (pemeluk kristen taat yang sempat punya cita2 untuk menjadi pastor dan malangnya, -aku pikir bakal- susah untuk kesampaian) berhasil memaksaku untuk sedikit berkeluh kesah. Mengharukan sekali, dia sangat baik. Dia mau menerima sampah-sampah dalam hati yang selama ini kusimpan sendiri. Lalu dia berusaha menguatkanku dengan kata-katanya.
"Gus, jangan langsung menyerah...", pesan dia di penghujung pertemuan kami tadi.
Pertemuan yang tidak disengaja ini memang mencharge-ku sedikit. Meski tak sampai "fully charged". Aku tak banyak berubah dari aku yang kemarin; tetap galau menatap hari esok.
Tapi sudah lumayan lah... and now, I feel better. Much better...
#fiksi

