Hujan, Rembulan, dan Mentari
Hujan, Setelah sekian jaman kau tinggalkanku, kini kau kembali hadir, mengisi hampir setiap waktuku
Seperti hendak mencuri rindu
Hadirmu adalah candu yang membutakan,
Bersamamu membuatku amnesia, Kau buat aku lupa bahwa rembulan dan mentari ada...
Hujan, rembulan, dan mentari
Tiga cinta yang singgah di hati, Tiga cinta yang ironi
Yang tak mampu aku damaikan, satu dengan yang lain
Hujan, Pandai nian kau permainkan hati
Kau datang, pergi, kemudian datang kembali. Demikian berulang.
Aku sudah sedikit bosan dengan siklus ini
Tahukan engkau, Hujan?
Aku sangat mencintaimu, sungguh mencintai,
Hanya kau yang kurindu di setiap detak jantungku
Ketika kau tinggalkan aku, mentari datang merayu
Dia bawakan sepaket pelangi
Dia mampu keringkan air mata dan berikan tawa
Salahkah jika aku kemudian tergoda?
Lalu... siapa yang akan tega,
Melihat rembulan, ratu malam yang pendiam
Ratu yang hanya bisa memendam cintanya dalam-dalam
Si jelita yang hanya pasrah meski tahu tak bisa hidup tanpaku
Meski kutahu,
Rembulan dan mentari bukanlah tipikal kekasih setia
Cahya cinta mereka bukan sepenuhnya untukku...
Hujan, Aku ingin memilih satu, dirimu.
Setialah kepadaku dan jangan pergi lagi!
Hujan, Dengarlah tangisku ini,
Tangis bumi yang sedang digalaukan cinta
Izinkan bumi menyandingmu....
(Puisi dari Bumi)
"Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi"




woaaa.. rasanya seperti mencinta pada orang lain tapi masih terasa bahwa cinta-sejati hanya ada pada satu saja..
KEREN!!!!
hai makasih udah ikutan GA nya
tunggu pengumumannya tanggal 1 Januari 2013 ya ;)