#23

Prolog.
Bagaikan keping² lego yang aku rangkai, satu per satu menyatu menjadi satu bentuk unik yang mewakili cerita. Pun tulisan ini, kuharap mampu merangkum jutaan kisah yang telah kualami sepanjang tahun ini.

Apa yang aku inginkan tidak lain hanyalah kebahagiaan. Aku rela menebusnya dengan apapun yang aku miliki.

Tentang orang tuaku.
Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat lagi. Waktu aku kecil, sudah pasti, aku hanya menerima jasa mereka tanpa timbal balik. Sejak aku bekerja, aku mulai berusaha untuk membalasnya. Tapi yang terjadi, orang tuaku masih saja memberikan lebih dari apa yang bisa aku berikan saat ini. Ini bukan retorika ataupun kisah fatamorgana semata. Tapi ini gambaran ketidakberdayaanku.

Tentang kakakku.
Aku bahagia bisa kuliah di kota ini. Aku semakin dekat dengan kakak semata wayangku. Dari kecil dulu, kami jarang bertemu. Membuat kami sedikit kurang dekat. Butuh waktu beberapa bulan juga sebenernya untuk menjadi akrab. Dan sudah setahun aku di sini. Kini, aku benar² merasa aku punya kakak. Aku merasa diperhatikan. Kami sudah cukup terbuka satu sama lain. Kadangkala saling curhat, sampe hal² yang sentimentil. Indah sekali. Memang demikianlah semestinya bersaudara.

Tentang cintaku.
Manusia mempunyai mimpi. Ada yang maju mengejarnya. Ada yang mundur membuangnya. Ada juga yang diam dan hanya menyimpannya. Lalu aku?, Aku memilih untuk berada di golongan orang² yang diam.

Begitu lah. Aku belum bisa menego hatiku sendiri untuk mundur dan membuang saja mimpiku, mimpi untuk menghindar dari predikat bekas orang. Aku hanya bisa diam. Memendam setiap cinta yang datang.
Hingga kisah 2012-ku tamat, aku berhasil memendam mimpiku. Aku tak ingin mendapat bekas orang, untuk itu aku ingin diriku jg tidak menjadi bekas orang. Begitu yg fair menurutku.

Ntah darimana mimpi itu datang. Aku duga dari sesuatu yg blm lama kusadari, yaitu bahwa ustadzku terlalu dini mencuci otakku dg uqudullujain, waktu masih SD. Pernah dulu kupergoki bapakku protes kpd beliau mengenai ini. Tapi bapakku jg kemakan dg argumentasi bul gobal gabul ala pak ustadz.. hahaha.

Pernahkah menyesal telah melewatkan cinta??, Sering!. Tapi hati ini seakan kebal dengan sesal. Iming² demi terwujudnya mimpi lebih kuat daripada sekadar sesal.

Tentang kamu dan segalanya
Aku yakin, Semua dapat dan akan berubah. Kisah yang telah terjadi, biarlah terjadi. Sampai di sini.

Epilog
Aku menyadari bahwa aku adlh musafir yg berjalan diatas garis takdir. Ada kalanya aku harus membuang sebagian mimpi agar bebanku lbh ringan dan aku lebih kuat melanjutkan perjalanan takdirku berikutnya...


Penghujung 2012,
Semacam sampah akhir tahun

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers