Kemanaa antusiasmu yang dulu, Emily? Aku merindukannya. Aku tidak menginginkan hanya sekedar semacam kata2 cinta yang keluar dari mulutmu. Aku menginginkan kedekatan kita. Saat-saat dimana kita saling mendukung. Saat-saat dimana engkau adalah orang terdekat yang selalu ada untuk mendengar. Pun sebaliknya aku buatmu.


Akhir-akhir ini kau terlampau sibuk dengan ambisimu. Aku kira demikian. Kau hanya sesekali menghubungiku. Membiarkan rinduku mengkristal.

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers