Aku dan Kantor.
Kesibukanku sekarang ini sangat memangkas porsi waktu untuk galau. Aku sibuk dan sedikit stres. Untunglah, lingkungan kerjaku cukup bikin nyaman sejauh ini... Squad banyak dan masih bertenaga semua.
Tapi ada satu hal, aku sedang benci menghadapi pengkotakan dan pembagian apapun itu. Kerana, segala keadilan dr manusia sudah tentu itu tak kan pernah bisa diterima dengan adil seadil-adilnya. Tapi apalah daya? Aku di sini hanya tumbal... Selalu begitu, sedari dulu.
Pokoknya, hidup ini sarat dengan ketidak-adilan!
Empati bak mitos kosong. Tak ada orang yang benar-benar bisa berempati. Sejatinya, semua orang cuma sibuk memikirkan kenikmatan bagi dirinya sendiri. Imbas dari itu semua, aku jadi benci untuk mempercayai orang lain.
Aku dan Emily.
Entah sampai kapan pencarianku akan berujung. Ini sangatlah gaib. Sama sekali tak bisa kuketahui pasti dan akurat mengenai ini, dengan mesin pencari manapun
Kini aku bosan lagi, untuk kesekian kali. Aku melakukan perjuangan yang sia-sia lagi.
Ya, Allah, ciptakan E yang lain untukku. Tapi bukan E.
Sejak kepergian E dari hidupku, aku seperti terjebak dalam sebuah maze. Aku bingung menentukan pilihan ke jalan yang benar.

