Cemburu untuk "unknown" (mencoba alay-lebai)

Rasa ini datang lagi. Aku benciiiiiiiii rasa cemburu..

Apa sih yang tidak aku berikan untukmu, sehingga kau lebih suka dengan yang lain? Kamu malu kalau bersamaku?

Mengapa kau menghinggapiku, jika kau tahu aku adalah dahan yang rapuh yang tak kan mampu menyangga berat tubuhmu?

Mengapa kau singgah di rumahk jika kau tahu rumah itu reot dan tak kan mampu melindungimu dari terik dan hujan?

Mengapa tak pernah jua ada pesan singkat lagi untukku? Aku tak pernah lelah menunggu, andai kau tahu. Sudah bosankah kau padaku? atau aku sudah tiada pantas lagi?

Lalu... hal yang paling bikin aku cemburu. Mengapa kah tak pernah kau tulis (lagi) tentang aku? Padahal aku masih ingin sekali terjejak dalam goresan tintamu. Sekedar satu-dua post dalam blog-mu sudah akan menjadi kebahagiaan tak terkatakan, andai kau tahu. Apakah tidak ada kisah yang bisa dikarang antara kita?

Kau tak pernah peduli padaku, ya kan? Kau tak pernah sadar, sederet ucapanmu mampu membakarku. Kau tak pernah tahu aku yang selalu cemburu. Kau tak pernah tahu aku yang sering mengkhawatirkanmu.

Aku memang tak mau kau tahu. Buat apa? itu hanya akan memompa rasa maluku. Toh, kau juga tak peduli. Apapun itu.

Anggaplah rasaku telah menguap, melangit bersama asap.

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers