mimpi-mimpi malam membuaiku... syahdu... hingga aku tak sadar mimpiku telah jauh melenceng dari skenario yang kuharapkan. skenario yang selama ini telah fasih kuhapalkan... memang aku tak berbakat menjadi sutradara mimpi, meski mimpiku sendiri... uh.. uh!
“Kurang ajar! Taik! Gila! Sial!”
Kata-kata pertama yang berdesakan dari tenggorokan ingin keluar pada saat aku terjaga dari tidurku pagi ini.
Belom sempat kata-kata itu keluar, sudah berdesakan penduduk baru di tenggorokanku…
“Anjing! Babi! Kecoak Bunting…!”
Setan! Kurang ajar… ah! Gila….Hari ini kuawali dengan bangun kesiangan, indah… apalagi ditemani umpatan-umpatan suci itu. Mengesankan….
Tak biasanya aku seperti ini. Aku ingin berontak. Aku merasa terinjak. Seakan Tahtaku telah direbut dengan tidak hormat...
Ah! Kejadian apalagi yang akan menimpaku hari ini. Aku pasrah. Toh, akhir2 ini memang aku makin jauh dari Tuhan. Bagaimana bisa dekat dengan Tuhan, jika setan2 di sekitarku sedemikian gencar membakarku…??!!
Aku hampir takluk, pertahananku mulai keropos. Karatan…
----
Dulu, aku selalu menganggap orang pintar itu pasti baik hati juga. Anggapan ini bertahan hingga aku masuk SMA. Anggapanku rontok tak bersisa.
Lalu, aku berubah aliran. Aku menganggap orang yang semasa mudanya sudah baik, akan sangat sulit terjerumus pada jurang kerendahan budi, jurang kenistaan.
Anggapan itu pun kini musnah sudah. Fakta di depan mataku jelas mengatakan :
“orang-orang yang semula sok alim, justru berbahaya…”,
Tahukah kau bagaimana masa muda para koruptor2 ulung itu?
Tahukah kau seperti apa masa muda para diktator2 bengis itu?
Tak sedikit dari mereka yang masa mudanya dikenal sebagai manusia kelas wahid, generasi dengan akal dan budi yang memikat.
Dunia ini “upredictable”…


Dunia tak selamanya unpredictable...
Kadangkala, apa yg trjadi sesuai dg perkiraan kita..
Tapi, inilah hidup. Kalo smua bs diprediksi tentu tidak seru. Ntar Yg ada justru bs menimbulkan kefrustasian dan jauh sama yg Maha Kuasa seandainya kita bs mmprediksi pasti ms dpn kita, trutama jk ms depan itu tidak seperti yg kita harapkan...
wah...kalo kata2 itu di anggap suci trus kata2 najisnya kayak gimana...
@Pengamat kehidupan,
Terima Kasih, saya setuju dengan anda.
Melalui tulisan diatas, saya hanya mencoba mengatakan tentang apa yang saya alami, apa yang saya rasa, yaitu kenyataan bahwa prediksi/anggapan saya sering keliru...
@ayik,
semua orang tahu umpatan diatas adalah kotor. dalam Hal ini saya katakan "umpatan suci" karena (bukan sombong) selama ini kata2 itu sangat jauh dan sangat saya hindari. sehingga saya menganggapnya keramat.
saya bingung mencari umpatan yg tepat, yg lebih menyayat hati. tapi tak saya temukan. saya rasa menggabungkan kata negatif dg kata positif demikian jadi menghasilkan kata yg lebih negatif ibarat "negatif x positif".
demikian, mohon kritisinya. :D
Kalo "predictable" gak seru lah, gan...