Hujan #1


Sore ini tak hujan, tak seperti kemarin. Dan aku merindukannya...

Aku ingat benar, bukanlah tanggal ataupun hari,, hujanlah yang selalu setia datang mengorbankan diri untuk kujadikan monumen yang menandai ikrar-ikrarmu. Sayang, andaikan kau tahu, sesungguhnya tak ada yang lebih aku inginkan daripada, meringkuk di dekatmu, berbagi cerita -sambil menikmati hujan.

Pun jika dirimu tak ada, aku akan tetap merindu hujan. Dan ketika hujan benar-benar datang, aku akan duduk mendekatinya, menikmati percik-percik kecil yang melegakan. Sayang, tidakkah kamu juga terobsesi pada hujan?

Hidup itu tentang memilih; memilih apa saja yang ingin dirasakan. Aku memilih untuk menikmati hujan ini; untuk setiap rasa dingin menggelitik yang tak memanaskan hati... Biarlah jika esok akan datang kesedihan, itu perkara esok dan sebaiknya esok saja dipikirkan bukan?

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers