Selembar Kertas Bekas

Itu bohong jika kita tidak pernah ada apa-apa. Aku mengatakan tidak, kau pun juga. Tapi yang ada di hati ini, semuanya penyangkalan. Aku tahu ini konsekuensi, sekali membuka hati, itu artinya harus siap merindu sampai mati. Sampai kehilangan hati.

Jika aku salah, kau juga salah. Aku tak mau sepihak dihakimi. Apa yang pernah terjadi, itu semua memang kesalahanku, kelemahanku, dan... yaaa baiklah,, boleh juga kau sebut itu semua kebodohanku. Tapi, seharusnya, ketika kita memutuskan untuk mengakhiri, itu artinya kita benar-benar pergi dari dunia satu sama lain. Tak ada lagi saling menyapa. Anggap saja aku tak pernah ada.

Kau tahu, aku memang ada. Tapi anggap saja aku tak ada. Kuingin kau biarkan aku menjadi kertas memori yang terbakar menjadi abu, lalu abu musnah dicerai-beraikan angin.

Kau tahu kenapa? tintamu itu magis.
Setiap tetes tinta yang kau goreskan di lembaran kertas lain,, sungguh membuatku pilu. Terlebih ketika kertas itu kemudian kau tumpuk diatasku, aku remuk. Rasanya, sungguh lebih baik kau campakkan aku ke tempat sampah daripada kau jadikan aku alas untuk kertas lain.

Leave a Reply

Terima kasih telah membaca, jika anda berkenan silakan meninggalkan jejak sepatah dua patah Kata.


close
cbox
Cuma Sebuah Tulisan Suram,
Teman curhat di kala galau dan sedih.
Isinya 111,11% adalah sampah.

Absurd. Sengaja dibikin begitu.

Followers